SELAMAT DATANG DI :

SELAMAT DATANG DI :

SMAN 1 KARANGMOJO

SMAN 1 Karangmojo tidak asing lagi di telinga masyarakat Gunungkidul. SMAN 1 Karangmojo merupakan sekolah berstandar nasional yang telah berdiri sejak tahun 1983. Sekolah Menengah Atas tersebut juga merupakan sekolah favorit di Gunungkidul. Alamat sekolah tersebut berada di Jalan Semanu - Karangmojo, Coyudan, Ngipak, Karangmojo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55891.

SMAN 1 Karangmojo


A. Sejarah dan Latar Belakang

        SMA Negeri 1 Karangmojo merupakan sekolah berstandar nasional yang telah berdiri sejak tahun 1983 Masehi. Sekolah Menengah Atas tersebut telah diakui oleh BAN SM (Badan Akreditasi Nasional Sekolah atau Madrasah) yang kemudian mendapat surat terakreditasi  dengan mendapat peringkat amat baik (A).

           BAN SM ini merupakan suatu lembaga penjaminan mutu pendidikan dengan menyertakan visi dan misinya. Visi utama yang digalakkan adalah untuk mewujudkan lembaga akreditasi sekolah/madrasah yang professional, terpercaya dan terbuka. Sedangkan misi utamanya berupaya untuk mengembangkan sistem penyelenggaraan akreditasi yang efektif dan efisien.

          Dalam periode I (pertama) yakni di tahun 2005 tepatnya pada tanggal 9 Maret 2005 bertepatan dengan memasuki usia SMAN 1 Karangmojo yang ke-22 Tahun. BAN SM akhirnya memberikan nilai A kepada sekolah tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap aspek sistem nasional pendidikan di SMAN 1 Karangomjo yang meliputi 8 standar nasional pendidikan. Namun, tidak hanya itu, masih ada beberapa aspek penilaian yang lain.

           Berdasarkan atas hasil prestasi itulah membuat SMAN 1 Karangmojo semakin dikenal sebagai sekolah yang cukup favorit di Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Namun, prestasi tersebut tidak membuat SMAN 1 Karangmojo berbesar hati dan cepat puas hati. Pihak SMAN 1 Karangmojo dengan ini terus melakukan gerakan inovasi untuk membentuk sekolah yang beriklim sejuk, aman, tertib, dan mampu berdaya saing secara global sehingga membentuk kepribadian yang humanis, beriman dan bertakwa.

      Dengan segenap asa dan terus memacu semangat dan prestasi gemilang, akhirnya pada 22 November 2008, SMAN 1 Karangmojo mendapat kabar gembira dari Badan Akreditasi  Nasional Sekolah atau Madrasah, yakni setelah mampu mendapat nilai A di tahun 2005, akhirnya pada tiga tahun berikutnya SMAN 1 Karangmojo semakin mantap dan mampu bertengger dengan nilai A kembali. Bersyukur, sebab telah terjadi peningkatan nilai dari 90-an, kini telah mencapai angka yang membanggakan, yakni 93,16 pada akreditasi periode II ini.

     Selanjutnya, kami dari pihak SMAN 1 Karangmojo tidak tinggi hati. Kami berupaya mendongkrak sekuat tenaga agar SMAN 1 Karangmojo dapat terkemuka dan unggul dalam ranah religius dan intelektual. Hingga akhirnya hasil pun tidak menghianati.

        Pada periode III, SMAN 1 Karangmojo semakin mantap dan bisa menunjukkan jati dirinya sebagai sekolah menengah atas yang maju. Di tahun 2013 tepatnya setelah terjadi perombakan kurikulum dari KTSP 2006 menjadi kurikulum 2013, dengan rahmat Allah Yang Maha Esa, akhirnya SMAN 1 Karangmojo berhasil mendapat nilai A dengan skor yang fantastis yakni mencapai 94,41 pada tanggal 21 bulan Desember tahun 2013.

            Pencapaian hasil itu tidak terlepas dari doa, niat, dan usaha yang dilakukan oleh seluruh warga sekolah, terutama Kepala Sekolah pada saat itu yang berperan penting dalam mengatur serta mengelola lembaga pendidikan SMAN 1 Karangmojo tersebut.

           Seiring berjalannya waktu, maka dimulai pada tahun ajaran 2007/2008, SMAN 1 Karangmojo, alhamdulillah sudah berhasil merintis menjadi sekolah menengah atas dengan predikat “Sekolah Kategori Mandiri dengan Sistem Pembelajaran berbasis ICT”.

          Perlunya e-learning dan pembelajaran berbasis teknologi komputer yang canggih merupakan panggilan zaman saat ini. ICT seperti yang kita ketahui identitasnya sebagai Information and Communication Technologies (ICT) atau yang biasanya kerap dikenal dengan sebutan TIK atau lebih dikenal dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

        Dalam TIK sendiri mencakup beberapa dimensi teknologi, diantaranya adalah sebagai: teknologi informasi yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.

            Dalam pengembangan metode berbasis teknologi ICT diharapkan SMAN 1 Karangmojo tetap jaya dan tidak mengosongkan semboyan atau motto sekolahnya yakni, “Gali Potensi Bina Kreasi Raih Prestasi Menuju Insan Mandiri.”

         Terhitung hingga 4 Januari 2017, SMAN 1 Karangmojo masih bertengger pada peringkat akreditasi A dengan nilai 94,16. Nilai tersebut merupakan salah satu nilai yang unggul dalam kategori sekolah negeri khususnya dalam ranah wilayah kotamadya, yakni di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55891.

           SMAN 1 Karangmojo dalam skala Kabupaten Gunungkidul dalam nilai akreditasi kalah unggul dengan SMAN 1 Wonosari dan  SMAN 1 Panggang. Sekolah menengah atas tersebut di awal tahun 2017 menempati peringkat ke-3 dari 9 SMAN di Gunungkidul yang keseluruhannya mendapat nilai A dengan interval nilai terkecil yakni 89,89.

            Meskipun begitu, pihak SMAN 1 Karangmojo tetap yakin akan mampu mempertahkan nilai tersebut, bahkan mendulang nilai tambahan sehingga bisa menjadi sekolah teladan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

            Sejarah mengatakan bahwa terhitung dari tahun 1983 yang lalu hingga sekarang ini, dengan rasa syukur yang tertambat dalam hati, maka di sini telah terjadi beberapa pergantian pimpinan SMAN 1 Karangmojo yang dapat diurutkan sebagai berikut ini:

            Tahun 1983 di mana dalam hari lahirnya sekolah tersebut. Pada saat ini, dikenal dengan nama SMANSAKA Expansion atau memperingati hari kelahiran SMAN 1 Karangmojo, Gunungkidul, DIY 55891.

            Pada tanggal 9 November 1983. Pada masa inilah, kepemimpinan sekolah dipegang pertama kali oleh Bapak Drs. Surachman. Beliau dapat dikatakan sebagai salah satu perintis pergerakan sekolah tersebut sehingga dalam hal ini ia mengetahui seluk beluk sekolah itu.

            Tahun 1985, SMAN 1 Karangmojo berusaha terus bangkit. Dalam hal ini berusaha menyelami pembangunan sekolah yang berciri khas kepada kelayakan. Hingga pada akhirnya di tahun tersebut, diambil alih oleh Bapak Drs. Mashari Subagijono. Setelah dua tahun dijabat oleh bapak pertama kita, maka pada masa kedua ini dipimpin oleh Mashari, sapaan hangatnya. Dalam masanya, terjadi suatu gerakan yang baik dalam kepemimpinannya.

       Tahun 1988, setelah tiga tiga tahun berlalu, akhirnya kepemimpinan kepala SMAN 1 Karangmojo akhirnya diketuai oleh Bapak Drs. Ch. Singgih Waluyo. Beliau merupakan orang yang pekerja keras dan disiplin.

            Tahun 1991, lanjut kepada masa ini yang dibina oleh Bapak Drs. Ilham. Beliau terlihat progresif dalam tahap pembangunan SMAN 1 Karangmojo ke arah yang lebih baik.

            Tahun 1994, masih di dalam era orde baru. Pada masa ini pucuk kepemimpinan SMAN 1 Karangmojo dipimpin oleh Ibu Drs. Toluardi yang merupakan kepala sekolah bergender wanita pertama yang menjabat sebagai kepala sekolah. Bu Toluardi ditunjuk karena memiliki keistimewaan yang dapat diandalkan untuk memajukan sekolah tersebut.

            Tahun 2001, kekuasaan di tangan perempuan masih langgeng. Entah itu karena emansipasi wanita yang digagas R.A. Kartini atau bukan. Setelah Bu Toluardi lengser, maka digantikan oleh Ibu Dra. Sri Suhartati. Selama menjabat menjadi kepala sekolah, Bu Sri Suhartati telah bekerja keras secara profesional. Ia menggantikan seniornya, Bu Toluardi.

            Tahun 2004 dipimpin oleh Drs. Sugiyanto, M.T. Di tahun reformasi inilah, akhirnya kepemimpinan beralih kembali kepada emansipasi laki-laki. Setelah dicalonkan. Pak Sugiyanto berhasil terpilih menjadi kepala sekolah.

            Tahun 2007 dipimpin oleh Drs. Sutarman, M.M. Selama menjabat menjadi kepala sekolah. Pak Sutarman dikenal sebagai pribadi yang baik. Dalam masa kepemimpinannya selama kurang lebih 5 tahun, ia terus melanggengkan usaha untuk memajukan SMAN 1 Karangmojo berbasis ICT.

            Hingga tahun 2013 dipimpin oleh Bapak Drs. Aji Pramono, M.Pd. sampai detik ini. Bapak Aji atau Pramono yang lebih akrab disapa Pak Aji memiliki suatu sudut pandang yang baik. Beliau dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan cukup tegas. Khas dengan gayanya yakni kata Sonata tiap kali memberikan wejangan saat upacara pengibaran bendera merah-putih hari yang diagendakan setiap hari Senin.

            Setidaknya dalam 33 tahun terakhir ini, SMAN 1 Karangmojo telah terjadi 9 kali pergantian kepala sekolah dengan 7 orang pria dan 2 orang wanita. Hal ini menambah keragaman yang terjadi di ruang lingkup SMAN 1 Karangmojo di mana tidak hanya kaum lelaki yang maju menjadi pemimpin, akan tetapi juga wanita pun hadir di tengah-tengah SMAN 1 Karangmojo sebagai pemimpin yang karismatik.

            Sejarah mengatakan bahwa secara keseluruhan, kepala sekolah SMAN 1 Karangmojo dari periode tahun 1983 hingga sekarang setidaknya ke-7 orang itu telah bergelar doktor (S3). Artinya, seperti menjadi syarat mutlak bahwa kepala sekolah sekurang-kurangnya harus mengenyam pendidikan pasca magister atau doktor.

B. VISI

SMAN 1 Karangmojo selain mempunyai latar belakang dan sejarah yang sudah dikupas dalam halaman A, rupanya telah memiliki visi yang baik.

Dalam hal ini memiliki visi SMAN 1 Karangmojo, yakni unggul dalam kompetensi atau kemampuan yang berdasarkan atas iman dan takwa sehingga mengantarkan para siswa atau siswi ini menuju insan mandiri yang dijiwai oleh nilai-nilai budaya dan karakter bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jika dapat ditafsirkan melalui interpretasi, maka dari sinilah mampu tercermin bagaimana sosok murid didik untuk menjadi insan kamil yang memiliki budi pekerti yang luhur, kehalusan budi, dan juga mampu berdaya saing secara global. Namun, segala hal tersebut, anak didik juga diberikan bimbingan rohani.

Mereka bebas menjalankan ibadah sepanjang tidak melenceng dari aturan agama yang ada di Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa di negeri tercinta kita ini, telah diakui 6 agama sebagai simbol keberagaman yang majemuk.

Anak murid dibebaskan memilih agama sesuai dengan kepercayaan dan keyakinannya masing-masing. Namun, hanya boleh memilih satu agama saja dari 6 agama yang ada di Indonesia. Di antara keenam agama tersebut adalah Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Budha, Hindu dan Konghucu.

Nilai-nilai dan karakter bangsa harus diterapkan dalam pribadi seorang murid. Dalam hal ini pendidikan agama islam dan pendidikan kewarganegaraan diutamakan untuk membentuk pola pikir dan nurani seorang manusia. Selanjutnya barulah memiliki pengetauan bahasa, IPA, IPS, seni, sastra, musik, olahraga, teknologi informasi dan komunikasi, menjahit, berwirausaha serta berbagai mata pelajaran yang mampu mengasah keteampilan dan bakat seseorang untuk mengedepankan nila-nilai yang berkarakter.


C. MISI

Setelah membahas latar belakang, sejarah dan visi. Maka tidak ada salahnya membahas misi SMAN 1 Karangmojo. Di sekolah tercinta, setidaknya telah digalakkan program misi dari pihak sekolah untuk membudidayakan kegiatan yang bernilai positif.
Berangkat dari hal tersebut, di sini, SMAN 1 Karangmojo berupaya menelurkan misinya. Sekurang-kurangnya terdapat kurang lebih 9 visi SMAN 1 Karangmojo demi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Adapun visinya tersebut sebagaimana disebutkan sebagai berikut ini.
1.)  Pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan daya fikir-kalbu-fisik secara optimal.
2.) Menyiapkan siswa memiliki bekal ilmu pengetahuan serta jiwa kompetitif untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri.
3.) Mendidik dan melatih siswa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan iman dan takwa.
4.) Mendidik siswa yang berbudaya nasional serta memiliki daya saing global.
5.) Menumbuhkan dan mengembangkan pola pikir dan tindakan yang mencerminkan budaya mutu dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
6.) Melaksanakan pembinaan berbagai bidang olahraga sehingga siswa memiliki daya fisik yang sehat dan tangguh.
7.) Menyelenggarakan dan memfasilitasi kegiatan yang mencerminkan pengembangan seni budaya bangsa.
8.) Melaksanakan pembinaan Karya Ilmiah Remaja yang kreatif mandiri dan kompetitif.
9.) Memberikan pendidikan dan pelatihan yang berorientasi kecakapan hidup kepada siswa, sehingga siswa memiliki keunggulan komparatif di pasar kerja.

D. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

            Dalam kegiatan belajar ini menggunakan beberapa pendekatan dari guru, kepala sekolah kepada para muridnya melalui strategi pembelajaran, metode pembelajaran, sistem pembelajaran, sistem pengalaman pembelajaran, materi ajar, hasil pembelajaran, dan lain-lain.

            Secara lebih lanjut dalam kegiatan belajar mengajar ini memberikan dampak yang positif bagi siswa dan siswi SMAN 1 Karangmojo apabila guru dalam mengajar mampu memunculkan minat baca, bercerita, diskusi dan tanya jawab. Hal ini sebagaimana dalam kurikulum 2013, yang mana murid dituntut untuk menjadi aktif.

           
SMA Negeri 1 Karangmojo


            Tugas guru sebaiknya menstimulasi atau merangsang seorang murid agar yang tadinya pasif menjadi aktif. Kegiatan yang dilakukan oleh guru SMAN 1 Karangmojo misalnya sudah melaksakan musyawarah agar mencapai suatu kesepakatan, apakah tetap menggunakan metode pendekatan kurikulum yang lama, yakni KTSP 2006 atau kurikulum yang baru, yakni kurikulum 2013.
           
            Siswa ditunjuk menjadi kelompok kecil, misalnya satu kelompok terdiri dari 4 – 5orang sudah menjukkan itikad baik dari seorang guru. Nah, dari situ biasanya guru-guru SMAN 1 Karangmojo berupaya melatih anak muridnya untuk berani presentasi, percaya diri tampil di depan hadapan guru dan teman-teman yang lain.
           
            Dalam kegiatan belajar mengajar, kepala sekolah harus mengawai guru apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kontrol seorang kepala sekolah sebagai seorang supervisor sangat dibutuhkan dalam ruang lingkup lembaga pendidikan baik itu sekolah maupun madrasah. Hal tersebut sudah menjadi tugas dan keharusan dalam ruang lingkup sekolah.
           
            Pembinaan dan pendidikan karakter yang dilakukan oleh kepala sekolah, terutama para guru-guru tentunya sangat dibutuhkan dalam hal ini. Praktik belajar mengajar harus mencerminkan nilai-nilai agama. Pendidikan pancasila sangat dibutuhkan untuk membentuk kepribadian murid yang berakhlakul karimah, berkepribadian yang baik, saleh dan saleha.

E. STRATEGI PEMBELAJARAN

         SMAN 1 Karangmojo menghasilkan strategi pembelajaran yang diharapkan mampu menyokong pertumbuhan dan perkembangan sekolah demi terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan sekolah.

            Selanjutnya, dalam hal ini SMAN 1 Karangmojo berupaya secara gigih untuk melakukan inovasi dan kreativitas dalam hal strategi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana yang kondusif dan nyaman dalam pembelajaran.

             Tidak dipungkiri bahwa agar sistem pembelajaran berjalan lancar, efektif dan efisien dan turut menyukseskan pendididikan bangsa Indonesia, maka dalam hal ini pihak SMAN 1 Karangmojo telah membagi siswa tiap kelasnya menjadi kelompok kecil supaya suasana kelas mampu menjadi kondusif dan berjalan secara efektif dan efisien.

              Jadi, dalam sebuah ruang kelas terdapat sekurangnya satu orang guru yang menangani hingga batas maksimal 32 siswa. Dalam hal ini, terkadang siswa tidak mencapai kuota yang ditetapkan sehingga ruang kelas dan suasana belajar akan semakin mudah terkoordinir oleh guru. Tentu saja hal ini berpengaruh terhadap kondisi psikologis siswa. Selain itu, dampak yang ditimbulkan adalah ruang kelas yang kondusif dan kompetitif atau berdaya saing.

            Tempat belajar yang menetap, terkadang guru menggunakan konsep kurikulum 2013, di mana siswa diajarkan untuk praktik langsung ke lapangan atau tidak hanya di kelas. Misalnya dalam mata pelajaran pendidikan agama islam, yang hanya terjadwal 2 jam saja per minggu, maka dalam hal ini seorang guru harus bisa mengikuti keinginan santri, dengan pengarahan dari guru-guru yang profesional dan adil di bidang mata pelajarannya masing-masing. Hal ini sangat berdampak pada kondisi psikis dan psikologis seorang murid.

            Selanjutnya, guru berupaya dalam menanamkankan nilai-nilai karakter yang berguna bagi dirinya kelak supaya dapat bermoral dan berpendidikan yang baik. dan benar.

F. METODE PEMBELAJARAN

            Penjelasan yang biasanya digunakan sebagai pemantik dalam prose pembelajaran adalah dengan penguasan materi yang dilakukan oleh guru sebagai bekal dia mampu dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan para anak didiknya yakni dengan penguasaan materi atau pendekatan  berupa nasihat atau ceramah. Dalam hal inilah seorang guru telah melakukan tugasnya untuk mengarahkan, membina, mengasuh dan mendidik anak murid menjadi insan kamil yang berkepribadian positif dan berakhlakul karimal.

            Prakteknya secara langsung, seorang murid berupaya untuk dididik untuk berani dan bisa berbicara, mendengarkan, menulis, dan membaca serta menggali bakat, potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh para peserta didik.

            Seorang guru sudah sewajarnya dia mampu untuk mengkonsepsikan dan merumuskan silabus sebab dalam hal ini mmenentukan berhasil tidaknya pendidikan yang dia ampu. Seorang guru harus bisa menyampaikan materi secara jelas, lugas, dan gamblang. Serta menyampaikan secara sportif dan tidak menyinggung unsur-unsur yang menyinggu Sosial, Ras, Agama dan Suku yang dapat menyulut emosi dan intimidasi dari berbagai pihak lain.

            Metode lain yang digunakan adalah dengan membuat kalimat berupa penugasan,
pertanyaan, diskusi, materi. Untuk soal hafalan biasanya dilakukan sebagai suatu setoran dari guru pembimbing, yakni guru pendidikan agama islam terhitung ketika anak didiknya akan tamat belajar dari sekolah tersebut sebagai prasyarat untuk ujian akhir sekolah dan ujian praktiknya harus mampu menghafal sekurang-kurangnya 15 surah dalam juz amma.

            Tadarus biasanya dilakukan ketika di bulan Ramadhan tiba. Biasanya di siang hari dilakukan tadarus. Atau sepagi-paginya adalah di kala awal jam pelajaran hendak dimulai. Pada umumnya akan dibina atau dipandu oleh sang guru untuk melakukan tadarus bersama. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan insan yang religius dan tetap berintelektual.

G. SISTEM PEMBELAJARAN

            Pada umumnya menggunakan silabus. Guru menyusun suatu buku LKS (Lembar Kerja Siswa). Setiap siswa yang mendapat silabus dari guru tersebut dikenakan biaya Rp. 5.000,00 hingga Rp. 7.000,00/buku. Hal itu bergantung kualitas cetakan buku, dan tebal tipisnya buku tersebut.

            Dalam sistem pembelajaran sendiri dilakukan dengan menggunakan sistem klasikal dengan dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dengan tempat yang tidak ditentukan, sanksi bagi yang melanggar ketetuan & peraturan dan secara berkala ada penganugerahan bagi santri tauladan. Ada yang menggunakan silabus.

            Pembelajaran harus memberikan dampak yang baik bagi lingkungan pendidikan. Dalam kegiatan belajar mengajar SMAN 1 Karangmojo tidak menggunakan sistem kredit semester tetapi menggunakan sistem pembelajaran yang terstruktur dan metodologis.

            Seperti yang kita ketahui bahwa sistem pembelajarannya dalam satu satu tahun ada dua kali semester. Di mana dalam semester gasal atau semester satu, siswa-siswi SMAN 1 Karangmojo wajib untuk mengikuti ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Hal tersebut merupakan bahan pendukung untuk penilaian akhir nilai seorang siswa.

            Seorang guru harus menggunakan parameter penilaian terhadap siswa, bisa melalui ulangan harian. Hal ini guru bisa leluasa secara santai mampu mengamati, mencermati dan mengevaluasi para siswanya. Setidaknya dalam hal ini merupakan tugas seorang guru dalam memandang aspek siswa tersebut baik dari segi psikomotorik, kognitif dan afektif.

            Ketiga hal tersebut harus tersistem. Artinya seorang guru harus bisa menalar dan mengkonsepsikan penilaian tidak hanya berdasar atas kognitif atau pengetahuan semata, melainkan kepada bagaimana penilaian lain itu masuk, termasuk penilaian yang bersifat psikomotorik dan afektif sehingga mencerminkan suatu sistematika yang baik dan relevan dengan perkembangan zaman saat ini. Hal ini membuktikan suatu hal yang berdampak baik.
H. SISTEM PENGALAMAN PEMBELAJARAN

            Dalam pengalam pembelajaran harus mengedepankan berbagai aspek yang dinilai mampu membangkitkan pembelajaran. Sistem pengalaman pembelajaran harus memahami dan memberikan suatu dampak yang baik.
            Pengalaman sebagai guru harus diaktualisasikan dengan cara mengajar yang profesional dan berkarakter. Ini merupakan suatu hal yang mampu berdampak dan memicu iklim belajar yang baik.
            Guru yang berpengalaman dan profesional sangat baik dan memberikan suatu dampak yang baik. Kita dapat mencermati bagaimana suatu pembelajaran itu dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
            Sistem pengalaman ini dimaksudkan untuk mempengaruhi siswa sebab tingkat profesionalitas dan pengalaman seorang guru ditentukan. Selanjutnya, perlunya suatu sosialisasi yang baik antara guru dan para anak didiknya.
            Guru dalam taraf memajukan sekolah harus turut mendukung bagaimana mengajar dengan sistem ICT. Pelayanan yang baik dari seorang guru kepada para anak didiknya sangat dipicu oleh guru yang handal.
            Sebagai pengalaman yang matang, sudah saatnya seorang guru memberikan suatu identitas yang menarik dan berdaya saing. Prestasi seorang guru dalam hasil mengajar sangat ditentukan oleh guru itu sendiri.
            Lebih lanjut, guru harus menyerap materi dan mendalami materi dengan baik sebab hal tersebut sebagai identitas dan jati diri seorang guru yang mampu melayani para anak didiknya dengan bijak dan arif.
            Dengan mencermati pengalaman yang baik, maka SMAN 1 Karangmojo selaku sekolah yang menempati wilayah Gunungkidul harus mampu kompetitif dan mampu mengantarkan para muridnya ke daya saing globan dan masuk ke perguruan tinggi negeri.

I. MATERI AJAR

            Berdasarkan sistem pendidikan nasional. Untuk lebih lengkapnya adalah adanya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, Geografi, Sejarah, Sosiologi, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Teknologi Informsi Komunikasi, Bahasa Jawa, Kewirausahaan, dan Keterampilan Menjahit.

            Pengecualian bagi yang memilih jurusan IPA, maka tidak ada mata pelajaran Ekonomi, Geografi dan Sosiologi. Begitupula dengan rumpun IPS, tidak ada mata pelajaran Biologi, Fisika, dan Kimia.

            Beberapa bentuk materi ajar harus baik, terstruktur dan terencana. Materi ajar itu harus bisa membuktikan cara-cara yang mendeskripsikan tujuan pendidikan itu sendiri. Fokus lebih lanjut dari pembelajaran yang efektif.

            Seorang guru dipersilahkan bisa mendownload materi. Silabus yang disusun oleh seorang guru harus tepat guna dan menumbuhkan rasa kekeluargaan di sesama guru, atau hubungan kepada muridnya.

J. HASIL BELAJAR

            Para murid yang tamat materi pelajaran tertentu dinilai sangat baik oleh guru tersebut. Murid tersebut harus aktif. Kalaupun pasif, maka harus dipancing dengan keaktifannya. Guru harus membina seorang murid dan seluruh anak didiknya dari pasif menjadi aktif, bukan justru sebaliknya.
           
            Satu semester adalah waktu yang tidak banyak. Dalam waktu yang tidak begitu lama siswa SMAN 1 Karangmojo bisa membaca dengan baik dan benar. Adapun manfaat dalam satu semester bisa mencermati dan mempengaruhi pola perilaku dan nilai.

K. Prestasi Guru



Juara dalam Lomba Paduan Suara Dharma Wanita
Inovasi Pembelajaran 2007 IV V Depdiknas
Keratifitas mengajar 2007 II V LIPI
Lomba Keberhasilan Guru dalam pembelajaran 2008 IV V Depdiknas
Lomba Keberhasilan Guru dalam pembelajaran 2008 Harapan III V Depdiknas
Sutarto Wasit Terbaik 2009 3 V KONI DKI
Sugeng, S.Pd Lomba Keberhasilan Guru dalam pembelajaran 2009 Finalis V Depdiknas
Mahfud Ali, S.Pd Guru Berprestasi SMK 2009 III V Dinas P & K Provinsi
Bahar S. Lomba Keberhasilan Guru dalam pembelajaran 2010 Finalis V JSIT

L. Prestasi Siswa

SMAN 1 Karangmojo Berprestasi


Juara I Lomba Paduan Suara KODIM 0730 Gunungkidul
Juara II Aransemen Musik dalam Festival Anti Korupsi
Juara III Poster Tingkat Nasional
Juara III Film Pendek Tingkat Nasional
Juara III Lomba Teater Drama Tingkat Kabupaten
Juara III Lomba Cerdas Cermat Agama tingkat Kabupaten

M. BIAYA MASUK

Biaya masuk Rp. 1.000.000 termasuk uang sumbangan pendidikan dan uang seragam.
Biaya perbulan Rp. 85.000,00.

N. Beasiswa


Bagi siswa dan siswa yang memiliki prestasi akademik dan dari keluarga yang kurang mampu. SMAN 1 Karangmojo bekerja sama dengan pemerintah berupaya mendisribusikan dan meyubsidi dana untuk para siswa yang berkemampuan ekonomi rendah.

0 Response to "SMAN 1 KARANGMOJO"

Post a Comment